Tampilkan postingan dengan label Seni dan Budaya tentang Yogyakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seni dan Budaya tentang Yogyakarta. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 November 2013

Kerajaan Mataram Islam



Kerajaan  Mataram  Islam

  1. SEJARAH SINGKAT
Daerah mataram termasuk daerah Pantang yang dikuasai oleh kyaI Gede Pamanahan dengan putranya sutawijaya. Sutawijaya terus membangun wilayah Mataram, dan setelah Panjang runtuh, sutawijaya menjadi raja pertama di kerajaan Mataram Islam dengan gelar senopati dan ibukotanya di Kota Gede. Kerajaan mataram terus berkembang pesat pada masa pemerintahan Sultan Agung, pada masa itu sultan agung menyerang  ke Batavia dengan tujuan mengusir belanda namun gagal.
B .    LETAK KERAJAAN
Kerajaan Mataram Islam bermula di suatu sudut kota Yogyakarta yang kini bernama Kotagede, kerajaan ini awalnya adalah suatu kadipaten dibawah kekuasaan Pajang . 

Wilayah kerajaan Mataram Islam meliputi daerah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan sebagian Jawa Barat.

Dewi Kunthi


Dewi Kunthi

Miturut Kitab Mahabarata, Dewi Kunthi uga sing diarani Kunthinalibranta lan Dewi Prita yaiku kalebu Putri sing kepilih. Dewi Kunthi ngewujudake keturunan keluarga Yadama, putri Prabu Basukunthi, Raja ing Mandura. Dewi Kunthi nduweni sedulur yaiku Arya Basudewa, Arya Prabu Rukma, lan Arya Ugrasena.
Ana ing pewayangan, Dewi Kunthi nduweni watak kang welas asih lan tresna. kawit cilik deweke wis mulai ngangsu kawruh lan ngolah batin. Dheweke ngangsu kawruh karo Resi Druwasa, guru spiritual saka Kraton Mandura. Saka Resi Druwasa,

Jumat, 21 Juni 2013

Misteri Jumlah Anak Tangga Makam Imogiri Yogyakarta

Misteri Jumlah Anak Tangga Makam Imogiri Yogyakarta

Kompleks pemakaman raja-raja Mataram di wilayah Imogiri saat ini merupakan salah satu tujuan wisata ziarah bagi berbagai khalayak. Makam Imogiri ini terletak di atas bukit di dusun Pajimatan, Imogiri, Bantul. Selain untuk melihat areal pemakaman yang terlihat sakral, pengunjung juga dapat menikmati suasana alam asri dan sajian kultural jawa yang khas di sekitar lokasi.

Meskipun pada dasarnya areal ini merupakan tempat yang disakralkan karena merupakan komplek milik istana mataram yang digunakan sebagai tempat peristirahatan terakhir bagi para kerabat istana. Mereka termasuk dari kalangan kasultanan Mangkubumi dan Kasunanan Pakualam di Yogyakarta, maupun dari kasunanan Solo. Untuk komplek pemakaman tetap menjadi kawasan sakral dengan ijin terbatas bagi para pengunjung untuk memenuhi persyaratan jika ingin berziarah.

Jumat, 14 Juni 2013

Inilah Mitos Keistimewaan Yogyakarta



Ilustrasi (Ist) Ilustrasi (Ist)
 Yogyakarta memang berbeda dan istimewa dari daerah-daerahnya lainnya di Indonesia. Yogyakarta dengan segala keistimewaan dan kekhasannya itu, sebenarnya tidak hanya menyangkut tahta Sri Sultan Hamengkubuwono X seumur hidup dan merangkap kepala pemerintahan daerah. Kini posisi itu berpolemik menyusul penyusunan RUU DIY yang mengungkit suksesi Gubernur di "monarki" Yogya.

Masih ada keistimewaan lainnya bagi Kota Pelajar ini. Yogyakarta juga menyimpan berbagai mitos yang masih "hidup" sampai saat ini, seperti Nyi Roro Kidul sebagai Ratu Pantai Selatan dan Ki Sapu Jagad Sang Penjaga Gunung Merapi.

Namun masih ada mitos Yogyakarta lainnya yakni, garis lurus yang membentang dari
ujung utara hingga selatan Yogyakarta. Mitos ini dipercaya ada hubungan antara Merapi, Keraton Yogyakarta, dan Laut Selatan.

Garis lurus ini juga memosisikan Gunung Merapi menjadi batas utara Yogyakarta, batas Selatan di Pantai Selatan dan Kraton sebagai pusat atau pengaturnya.

Bila ditarik lebih jauh, yang mendasari terbentuknya garis ini sebenarnya bukan hanya 3-4 tempat tersebut. Kesemua tempat itu masing-masing memiliki mitos dan daya mistik. Lalu titik titik mana sajakah yang membentuk garis lurus itu. Gunung Merapi sebagai batas utara Yogyakarta dan disinilah garis lurus itu dimulai.

1. Tugu Golong Gilig atau Tugu Pal Putih (white paal), merupakan penanda batas utara kota tua Yogyakarta.

2. Malioboro, adalah suatu pusat perbelanjaan yang sejajar dengan jalan lurus dari Tugu Yogya menuju Keraton.

3. Alun-Alun Utara, selain berfungsi sebagai media pertemuan Sultan dengan Rakyatnya, di Alun-Alun Utara juga terdapat pohon beringin yang berjumlah 64 yang melambangkan usia Nabi Muhammad. Dua pohon beringin di tengah Alun-Alun Utara menjadi lambangmakrokosmos dan mikrokosmos

4. Keraton Yogyakarta, atau dalam bahasa aslinya Karaton Kasultanan Ngayogyakarta merupakan tempat tinggal resmi para Sultan yang bertahta di Kesultanan Yogyakarta. Istana Sultan Yogyakarta ini juga diselubungi oleh mitos dan mistik yang begitu kental.

5. Plengkung Gading, yang bernama asli Plengkung Nirboyo merupakan pintu selatan dari Komplek  Keraton Yogyakarta.

6. Panggung Krapyak, atau sering disebut Kandhang Menjangan dibangun oleh Sultan HB I dan saat ini merupakan benda cagar budaya. Gedhong panggung, demikian disebut, merupakan sebuah podium dari batu bata. Dahulu tempat ini digunakan sebagai lokasi berburu menjangan keluarga kerajaan.

7. Pantai Selatan (Cepuri), dengan mitosnya Nyi Roro Kidul memang sudah terkenal. Sedangkan Cepuri, yaitu tempat Upacara Labuhan Pantai Selatan yang terletak di Pantai Parangkusumo atau sebelah barat Parangtritis. Di sinilah garis itu berakhir. (ram)

Minggu, 27 Januari 2013

Celebration of JOGJA SEKATEN TRADITION

The Great Prophet Muhammad S.A.W. born on 12 Maulud Month, the third month of the Java year. In Yogyakarta, usually the birth of the prophet is celebrated with a ceremony Grebeg Maulud. Sekaten a preliminary ceremony of the birth anniversary of Prophet Muhammad. Held on December 5 to December 12 of the same month.


Nabi Besar Muhammad S.A.W. lahir pada tanggal 12 bulan Maulud, bulan ke tiga dari tahun Jawa. Di Yogyakarta, biasanya kelahiran Nabi diperingati dengan upacara Grebeg Maulud. Sekaten merupakan upacara pendahuluan dari peringatan hari kelahiran Nabi Besar Muhammad. Diselenggarakan pada tanggal 5 hingga tanggal 12 dari bulan yang sama.

Selasa, 22 Januari 2013

YANG TERSISIHKAN

Kendaraan yang pernah berjaya pada masanya, andong namanya. Kendaraan yang ditarik kudaini merupakan sesepuh dari mobil-mobil masa kini. kendaraan ini selain tidak menyebabkan polusi juga sangat klasik. penampilan nya yang elegan, membuat siapapun ingin menaikinya. apakah kita selaku generasi sekarang pernah naik andong..? hmmmmm mungkin jarang.